Remahan.com

Pekanbaru: Firdaus vs Firdaus

REMAHAN.com - Anggota DPRD Kota Pekanbaru akan dilantik. Besok. Untuk masa lima tahun kedepan. Kata orang mitranya eksekutif.

Jika menerjemahkan mitra sebagai rekan kerja, maka kami berbeda pendapat. Sebab eksekutif sangat memiliki semua sumber daya. Bahkan sangat melimpah. Sistem kita memberinya kuasa seperti itu.

Baik itu tentang perangkatnya. Kuasa Anggarannya. Bahkan secarik surat keputusannya yang tak perlu proses panjang.

Dan jika mundur kebelakang. Kita paham bahwa Eksekutif ibu dari cabang-cabang kekuasaan. Maka, yang paling dominan mestinya melekat pada Legislatif kita lebih kepada fungsi Pengawasan. Dari pada dua fungsi yang lain.

Pekanbaru setengah jalan kepemiminan Firdaus bersama Ayat Cahyadi. Dalam periode kedua. Yang ditinggal selesai masa jabatan DPRD-nya. Berganti baru.

Baca: Timang Risau

Dengan wajah lama. Juga wajah baru.

Kembali pada fungsi Pengawasan yang kami sebut tadi. Di Pekanbaru. Gaungnya dibawah rata-rata. Ada satu dua yang sedikit galak. Terkadang. Yang lain hampir pasti tak melakukan fungsi satu ini.

Kami meyakini fungsi Pengawasan dari lembaga negara ini di sisa kepemimpinan Firdaus ini akan datar lagi. Tidak ada yang akan berubah signifikan. Bahkan sangat mungkin menurun.

Apatah lagi dengan komposisi Anggota DPRD saat ini.

Yang Ketua DPRD-nya pasti dari PKS. Yang pengusung Firdaus-Ayat. Hamdani. Yang dulu Presiden Mahasiswa di kampus. Kami masuk, ia selesaikan amanahnya jadi Presiden.

Baca: Cetar Syamsuar

Dan sebelum ia ditetapkan PKS sebagai Ketua DPRD Pekanbaru, ia bersama seorang Anggota DPRD PKS yang lain, juga Ayat Cahyadi bersilaturahim dengan Firdaus. Beberapa bulan lalu.

Jika pertemuan itu awal dari definisi mitra yang lazim dipakai saat ini, maka itu semakin menguatkan keyakinan kami Pengawasan pada tatanan pimpinan DPRD Pekanbaru tidak akan bertaji.

Juga dari unsur Pimpinan lain. Yang dari Partainya Prabowo Subianto itu. Yang kami rasa tak perlu kami sebutkan bagaimana kedekatannya dengan Pekanbaru 1.

Panjang kalau mengupas fungsi Pengawasan Lembaga Legislatif ini. Namun satu catatan penting: Harus ada kesadaran mereka yang diamanahkan disana sejatinya perpanjangan maksud dari rakyat. Bukan Partai Politik.

Itu lebih diatas kemauan Parpol.

Baca: Pimpinan KPK Meracau UAS Berkilau

Sehingga jangan heran Anggota Dewan tak bisa dipecat atau di PAW sembarangan oleh Parpol. Pengadilan bisa menganulir itu.

Kami nilai memang kesadaran itu masih kurang. Baik oleh Parpol juga Anggota Dewannya sendiri.

Tapi masih ada harapan lain. Pengawas jalannya pemerintahan di Pekanbaru ini: Organisasi kemasyarakatan. Organisasi Kepemudaan. Mahasiswa. Tingkat kepekaannya masih tinggi. Maklum di kota. Media? Anda jawab sendiri.

Sedikit melasak. DPRD Riau vs Syamsuar-Edy seperti apa? juga Periode baru yang dilantik.

Syamsuar: Antara Matahari Putih dan Beringin

Baca: UAS Ditolak Kampus Radikal

Yang setakat ini kami sebut: Disinari Matahari berlindung dibawah Beringin.

Ini perlu pembahasan sendiri. Edisi selanjutnya. (Editorial/Red).

534 0

Artikel Terkait

Busung Dada KPK
Busung Dada KPK

Editorial

Busung Dada KPK

KPK Baligh
KPK Baligh

Editorial

KPK Baligh

Syamsuar Mendudukkan
Syamsuar Mendudukkan

Editorial

Syamsuar Mendudukkan

Artikel Lainnya

Daya Tahan UAS
Daya Tahan UAS

Editorial

Daya Tahan UAS

Syamsuar Menghela Riau Jadi
Syamsuar Menghela Riau Jadi

Editorial

Syamsuar Menghela Riau Jadi

MRT dan PLN
MRT dan PLN

Editorial

MRT dan PLN

Komentar