Remahan.com

Syamsuar Cuci Gudang

REMAHAN.com - Ada harapan baru di setiap pergantian kepemimpinan. Terobosan gila. Yang orang mengkerutkan kening mendengarnya.

Soal disukai atau tidaknya, soal belakangan. Benar salah dalam pengambilan kebijakan itu relatif.

Di level pemimpin dunia, ada Trump dengan tembok yang memisahkan dengan negara di Selatan itu. Dinasti Kim di Korea Utara dengan gertak nuklirnya itu. Duterte dengan tembak mati bandar narkoba.

Dan akan menyusul Boris Johnson. Perdana Menteri Inggris yang baru. Kabarnya, lebih dulu gila dari Trump. Setidaknya tentang rasisnya.

Baca: Timang Risau

Kami membayangkan pemimpin tingkat daerah juga tidak kalah gilanya. Di sini. Di Riau. Gubernur Syamsuar. Dulu.

Namun semakin kesini, serasa datar. Hanya seperti menjalankan birokrasi rutin. Seperti kerja-kerja birokrat yang ada batas dan garisnya tebalnya itu.

Kami tak ingin menyimpulkan napas birokrat yang pernah melekat puluhan tahun pada gubernur Syamsuar itu masih terbawa.

Program yang belum bisa masuk dalam APBD tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak melahirkan harapan baru. Dari pemimpin baru.

Baca: Cetar Syamsuar

Jika menyebut kedepan akan utamakan peningkatan pendidikan, maka baiknya lihat kinerja Kadis pendidikannya. Nilai UN menurun. Pretasi di olimpiade sudah menjadi berita langka didengar. Jika ada didominasi sekolah swasta. Maka Kadis-nya sudah wajib diganti.

Pariwisata juga disebut akan menjadi perhatian utama. Maka menjadi wajib Kadis Pariwisata-nya ditatar habis-habisan.

Jika kedatangan wisatawan hanya pada event temporal, yang itu juga milik masyarakat tradisional. Bahkan sudah ada puluhan tahun lalu. Jika tanpa itu entah wisatawan mana yang mau datang ke Riau ini, maka sudah wajib diganti Kadis Pariwisata. Jangan ditunda-tunda.

Bersih-bersih ini setidaknya langkah awal. Ketepikan saja yang tidak layak.

Baca: Pimpinan KPK Meracau UAS Berkilau

Dan bisa dicontoh konsep TGUPP di DKI Jakarta. Untuk menerobos yang tidak tembus pandang oleh ASN kita. Namun jangan pernah posisikan mereka seperti anak buah. Atau meletakkan diri lebih tinggi dari mereka.

Cari mereka yang lebih banyak menggelang dari pada mengangguk. (Editorial/red)

694 0

Artikel Terkait

UAS Ditolak Kampus Radikal
UAS Ditolak Kampus Radikal

Editorial

UAS Ditolak Kampus Radikal

Busung Dada KPK
Busung Dada KPK

Editorial

Busung Dada KPK

KPK Baligh
KPK Baligh

Editorial

KPK Baligh

Artikel Lainnya

Syamsuar Mendudukkan
Syamsuar Mendudukkan

Editorial

Syamsuar Mendudukkan

Pekanbaru: Firdaus vs Firdaus
Pekanbaru: Firdaus vs Firdaus

Editorial

Pekanbaru: Firdaus vs Firdaus

Daya Tahan UAS
Daya Tahan UAS

Editorial

Daya Tahan UAS

Komentar