Remahan.com

Negeri Tegaan

REMAHAN.com - Katanya Soliditas Tanpa Batas. Tema pertemuan pagi itu. Mereka cikikan. Anak istri cucu semua ada disitu. Pokoknya ramai.

Di halaman belakang Istana itu.

Permainan anak negeri ada disitu. Mereka memainkannya. Makan kerupuk salahsatunya. Filosofi dari mainan satu ini? terserah mau menelaahnya seperti apa.

Tak jauh dibelakang kota itu baru saja diguncang gempa. Hanya hitungan jam.

Memakan korban jiwa.

Baca: Timang Risau

Bangunan rubuh. Ratusan.

Kami paham saat semua sajian berita tentang kemeriahan di laman hijau itu dimulai dengan: 'sudah lama direncanakan' tujuannya untuk menangkis tulisan melasak seperti kami ini: Gempa dan kemeriahan mereka.

Kami hanya menerawang tetang sikap dan kebijakan. Entah mana yang lebih dulu lahir dari kedua itu: sikap dan kebijakan. Atau keduanya beriring jalan.

Di ujung negeri paling timur ada helikopter jatuh yang belum ditemukan. Milik TNI AD. Dalam tugas negara.

Di kawasan negeri bagian barat jutaan orang sedang menelan asap dari kebakaran hutan korporasi. TNI Polri dan aparat lainnya juga harus berpayah-payah padamkannya.

Baca: Cetar Syamsuar

Kita tarik sedikit kebelakang: tenggelamnya kapal penyeberangan menuju Samosir. Proses pencarian mencapai lokasi penemuan: kapal dan kemungkinan besar ratusan jasad korban juga disitu. Tapi disudahi. Alasannya terlalu dalam. Terlalu berisiko bagi manusia.

Lalu orang bertanya: apa mungkin tidak ada peralatan yang bisa masuk ke dasar danau itu? di zaman yang canggih ini rasanya mustahil.

Jika karena tak ingin mengeluarkan anggaran yang besar, itu satu soal. Dan ada indikasi seperti itu. Anggaran APBN untuk BNPB yang terus mengerucut cukup jadi jawabannya: Rp 2 Triliun jadi Rp 700 Miliar.

Sulit memang membandingkannya dengan mati-matiannya pencarian pesawat MH370 Malaysia Airlines. Tentang: biaya juga waktunya yang bertahun-tahun itu. Juga yang tak tahu kira-kiranya dimananya itu. Entah di samudera yang mana. Tapi seperti itulah mereka menghargai nyawa.

Hidup di rezim ini pengaturan napas kita tampaknya memang harus diolah sedemikian rupa. Dan memaklumi banyak hal.

Baca: Pimpinan KPK Meracau UAS Berkilau

Hingga: tiba-tiba negeri ini padam seperti PLN di Ibu kota dan sekitar kemarin itu. Walau kita tahu ia padam bukan serta-merta. Pastinya ada kerusakan panjang berbagai komponen sebelumnya. Yang terbiarkan.

Di sini. Kita tunggu saja: karena alam yang murka atau dominasi luar. Yang pangkalnya karena komponen di dalam yang rapuh. Yang rusak. Dan yang tega. (Editorial/Red)

247 0

Artikel Terkait

UAS Ditolak Kampus Radikal
UAS Ditolak Kampus Radikal

Editorial

UAS Ditolak Kampus Radikal

Busung Dada KPK
Busung Dada KPK

Editorial

Busung Dada KPK

KPK Baligh
KPK Baligh

Editorial

KPK Baligh

Artikel Lainnya

Syamsuar Mendudukkan
Syamsuar Mendudukkan

Editorial

Syamsuar Mendudukkan

Pekanbaru: Firdaus vs Firdaus
Pekanbaru: Firdaus vs Firdaus

Editorial

Pekanbaru: Firdaus vs Firdaus

Daya Tahan UAS
Daya Tahan UAS

Editorial

Daya Tahan UAS

Komentar