Remahan.com

Nyampah Lagi (2)

REMAHAN.com - Susah kami menghubung-hubungkannya untuk bisa berada pada tingkatan nilai yang sejajar: karakter massa yang nyampah dan Visi Indonesia. Sehingga bersua di titik SICC itu.

Sebab mustahil bisa tarik-menarik secara sadar.

Yang kata media mainstream mereka datang dengan antusias. Berbondong-bondong. Entah bagaimana caranya.

Baiklah, memang sekali waktu hal-hal seperti ini menilainya dengan cara dungu. Melihat apa adanya saja. Matikan akal untuk menganalisanya.

Baca: Timang Risau

Dan, Visi Indonesia yang lima poin itu lah ada baiknya sedikit kita ulas. Walaupun tak lama lagi kita juga akan sama-sama amnesia dengan poin-poin itu.

Pertama:

Infrastruktur besar terhubung dengan kawasan produksi rakyat.

Kami yang menyayah:

Baca: Cetar Syamsuar

Infrastruktur besar sengaja dilahirkan dan ada untuk produksi besar. Itu karakter dasarnya ia diadakan di Indonesia. Mengapa Tol Pekanbaru itu terhubung ke Dumai itu cukup menjadi contoh.

Kedua:

Akan memberikan prioritas pembangunan SDM.

Kami yang menyayah:

Baca: Pimpinan KPK Meracau UAS Berkilau

Dalam lima tahun ini, Apa kebijakan yang dibuat dalam upaya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan tenaga didik kita?

Apa perubahan yang signifikan dari infrastruktur pendidikan kita?

Lalu itu katanya yang akan jadi prioritas lima tahun kedepan. Pembaca yakin ada di prioritas?

Disaat yang sama angka stunting 37 persen. Artinya, 4 dari 10 anak Indonesia dipastikan mengalami masalah gizi kronis.

Baca: UAS Ditolak Kampus Radikal

Ketiga:

Mengundang investasi guna membuka lapangan kerja. Yang hambat, yang buat berbelit-belit katanya akan dihajar.

Kami yang menyayah:

Alamak, hajar? ngeri betul. Bukannya segala hal yang berkaitan dengan investasi itu dibawah lembaga pemerintah? dibawah wewenang dan kuasa kepala pemerintahan. Lalu siapa yang mau dihajar? Internal yang harus dibenahi malah seperti menggertak yang berada dilingkaran luar.

Baca: Busung Dada KPK

Keempat:

Reformasi birokrasi. Akan kontrol sendiri, akan dicek sendiri.

Kami yang menyanyah:

Ada mantan ketum parpol yang menyelinap di birokrasi kementerian. Tersangka jual beli jabatan. Itu orang sering bersama di mobil RI 1. Berarti sangat dekat. Lalu bisa diharap tidak dikelabui oleh suatu yang jauh?.

Baca: KPK Baligh

Kelima:

Setiap rupiah dari APBN memberikan manfaat untuk rakyat.

Kami yang menyayah:

Rakyat yang mana? Di Ibukota dan sekitarnya? Lalu DBH yang bertahun-tahun untuk daerah itu apa hal?

Baca: Syamsuar Mendudukkan

Bosan rasanya kami membahas segala berkaitan tentang keuangan pusat dan daerah. Ujung-ujungnya hanya sumpah-serapah yang keluar.

Mau diangap serius lima poin yang disampaikan di SICC itu tidak salah. Tapi kalau tidak ingin tahu sama sekali juga pilihan bijak. Apalagi tuk sanggahan kami yang menyayah itu.

Sebab tak lama lagi juga terlupakan bersama. Seperti halnya: Nawacita, Revolusi Mental, dan Poros Maritim Dunia.

Apalah nak jadi bangsa di kelambui. (Editorial/Red)

161 0

Artikel Terkait

Pekanbaru: Firdaus vs Firdaus
Pekanbaru: Firdaus vs Firdaus

Editorial

Pekanbaru: Firdaus vs Firdaus

Daya Tahan UAS
Daya Tahan UAS

Editorial

Daya Tahan UAS

Syamsuar Menghela Riau Jadi
Syamsuar Menghela Riau Jadi

Editorial

Syamsuar Menghela Riau Jadi

Artikel Lainnya

MRT dan PLN
MRT dan PLN

Editorial

MRT dan PLN

Negeri Tegaan
Negeri Tegaan

Editorial

Negeri Tegaan

Mengunyah Asap
Mengunyah Asap

Editorial

Mengunyah Asap

Komentar