Remahan.com

Pimpinan KPK Meracau UAS Berkilau

REMAHAN.com - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi mencak-mencak. Meracau. Agus Rahardjo juga yang lain.

Pegawai yang undang Ustadz Abdul Somad (UAS) diacara kajian di kantor lembaga antirasuah itu akan ditanyai. Diminta pertanggungjawaban. Mengapa UAS diundang?

Kata Agus, sebelumnya sudah disampaikan pada pegawai jangan datangkan UAS. Yang poin dasarnya alasan mereka menolak: UAS seorang yang kontroversial.

Kemudian terang benderang apa yang dikatakan pimpinan KPK yang lain. Saut Situmorang: Framing terhadap UAS selama ini. Yang dimuat dengan segala kontroversial tadi.

Baca: Timang Risau

Ah, dengan itu akhirnya memang terbukti kacau-balau pimpinan KPK ini. Akal dan tindakan mereka hasil dari framing. Pengambilan keputusan di lembaga negara hasil dari framing pasti jauh dari objektivitas. Itu hasil gorengan orang.

Dengan itu, maka juga dengan sendirinya pemberantasan korupsi di Republik ini juga hasil asupan dari luar. Entah asupan dalam bentuk apa itu namanya. Sila anda analisa sendiri. Bebas.

Lalu, muncul lagi imbauan Agus: Tentang atribut agama jangan dipakai saat dalam tugas. Kecuali di ranah pribadi. Peci salahsatunya. Lengkap dengan segala alasan Agus: Independensi, Imparsial, Insklusif.

Padahal negeri ini negara Ketuhanan. Nilai agama sudah melekat jauh sebelum bangsa-bangsa ditanah Nusantara ini mengikat diri menjadi satu negara. Apapun agamanya.

Baca: Cetar Syamsuar

Agus teramat dangkal membenturkan simbol dengan tugas-tugas kenegaraan. Sebab tidak ada juga yang menggangu, merusak atau jadi penghalang.

Ups, baru terkenang. Ada jabatan tinggal hitungan hari. Tentu harus ikut narasi yang dibentuk penguasa saat ini. Harap-harap dapat jabatan baru.

Tentang UAS diperlakukan seperti itu, jangan disebut lagi berapa banyaknya. Berulang. Lalu apa dengan itu para pendengki bisa mematikan langkah UAS? jawabannya pasti tidak. Yang terjadi malah sebaliknya.

Bukan rahasia sebagian orang tuk terus populer melakukan banyak cara. Bahkan dengan lakukan hal-hal bodoh dan gila. Biasa di dunia hiburan juga panggung politik. Yang penting eksis.

Baca: UAS Ditolak Kampus Radikal

Yang terjadi dengan UAS: Kelakuan para pendengki yang akal mereka sungsang itu malah membuat popularitas UAS tak terbendung.

Saat ini UAS tak hanya dikerumuni di dalam negeri. Namun sangat dinanti negeri jiran. Para petinggi di negara seberang menyematkan berbagai bentuk penghargaan dan kemuliaan. Memecah sekat selat dan teritorial.

Lanjutkan saja upaya menghentikan langkah UAS. Tuan punya upaya. Tuhan punya kuasa. Red/Editorial

411 0

Artikel Terkait

Busung Dada KPK
Busung Dada KPK

Editorial

Busung Dada KPK

KPK Baligh
KPK Baligh

Editorial

KPK Baligh

Syamsuar Mendudukkan
Syamsuar Mendudukkan

Editorial

Syamsuar Mendudukkan

Artikel Lainnya

Pekanbaru: Firdaus vs Firdaus
Pekanbaru: Firdaus vs Firdaus

Editorial

Pekanbaru: Firdaus vs Firdaus

Daya Tahan UAS
Daya Tahan UAS

Editorial

Daya Tahan UAS

Syamsuar Menghela Riau Jadi
Syamsuar Menghela Riau Jadi

Editorial

Syamsuar Menghela Riau Jadi

Komentar